SMP Muhammadiyah 4 Tangerang

Perkemahan Pengukuhan pengenal Qobilah Mas mansur

CIBODAS – Suasana sejuk dan asri Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, menjadi saksi bisu semangat membara para pandu muda. Sebanyak 198 siswa kelas 7 mengikuti kegiatan Perkemahan Hizbul Wathan (HW) yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 5-6 Oktober 2024.

Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam penanaman nilai-nilai kepanduan bagi siswa baru, dengan fokus utama pada penguatan jati diri dan kemandirian.

Perkemahan tahun ini mengusung tema yang mendalam: “Menyiapkan dan membina pandu yang memiliki karakter islami, kreativitas, mandiri, dan berilmu.” Tema ini diterjemahkan ke dalam berbagai rangkaian aktivitas yang menantang sekaligus edukatif bagi seluruh peserta.

Selama kegiatan, para siswa tidak hanya diajarkan teknik kepanduan dasar, tetapi juga ditekankan pada:

  • Karakter Islami: Pembiasaan salat berjamaah di alam terbuka, tadarus bersama, dan kultum penguatan akidah.

  • Kreativitas: Lomba seni antar regu dan teknik pioneering (tali-temali) untuk membuat struktur bangunan darurat.

  • Kemandirian: Praktik memasak mandiri, manajemen tenda, serta menjaga kebersihan lingkungan tanpa bantuan orang tua.

  • Wawasan Berilmu: Pelatihan navigasi darat dan pengenalan tanaman obat di sekitar hutan Mandalawangi.

Salah satu momen paling berkesan adalah malam api unggun. Di tengah suhu dingin pegunungan, cahaya api menjadi simbol semangat yang tak kunjung padam. Dalam momen ini, seluruh siswa kelas 7 berkumpul untuk menampilkan kreativitas serta mempererat tali persaudaraan antar sesama pandu.

“Kegiatan ini bukan sekadar berkemah, namun merupakan proses transformasi dari siswa menjadi pandu yang tangguh. Kami ingin lulusan perkemahan ini pulang dengan sikap yang lebih disiplin dan memiliki mentalitas pemenang yang berlandaskan syariat Islam,” ujar Ketua Pelaksana kegiatan.

Kegiatan ditutup pada hari Minggu dengan upacara penutupan dan pembagian penghargaan bagi regu-regu terbaik. Meskipun lelah, rona bahagia terpancar dari wajah para siswa yang telah berhasil menyelesaikan tantangan di alam bebas.

Diharapkan, nilai-nilai yang didapat selama dua hari di Mandalawangi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di lingkungan rumah.